Selasa, 24 April 2012

THE WHOLE TRUTH

LIE TO ME
(THE WHOLE TRUTH)
Tokoh Dalam Film:
1.         Dr. Lightman
2.         Dr .Foster
3.         Victor
4.         Clara (istri Victor)
5.         Demian (anak Victor dari istri pertama)
6.         Leo O’Sullivan (sahabat dan rekan bisnis Victor). 
7.         Tanya Wilson (teman Clara)
Sinopsis:
                Seorang  pria setengah baya yang ditemukan tewas ditempat tidurnya. Pria tersebut   bernama  Victor. Orang terakhir yang bersama dengan Victor saat malam itu adalah istrinya, Clara.  Dan seketika itu, Clara pun tertuduh sebagai pembunuh. Dr Lightman dan rekan-rekannya ditugaskan pihak kepolisian untuk ikut membantu kasus ini. Dr. Lightman adalah seorang psikiater dan Dr foster adalah seorang psikolog.
            Dr Lightman dan rekan-rekannya segera mengadakan investigasi kepada orang-orang yang dekat dengan Victor yaitu Clara (istri), Demian (anak Victor dari istri pertama), dan Leo O’Sullivan (sahabat dan rekan bisnis Victor).  
       Kesimpulan dari investigasi pertama adalah : 
  •           Dr Lightman  bersama  Dr Foster mengadakan investigasi terhadap Clara. Dan setelah investigasi tersebut di dapatkan hasil bahwa disaat  Clara menanggis pada sesi investigasi, Clara memaksa mengeluarkan air mata agar menanggis. Disini di ketahui bahwa Clara tidak menanggis natural. Dan menurut Dr Foster & Dr Lightman hal ini mengindikasikan kebohongan.  
  •      Investigasi pun dilakukan kepada Leo, Leo menuturkan bahwa “Clara mempunyai motif tersembunyi dalam pernikahannya dengan Victor”. Clara menginginkan harta kekayaan Victor yang nilai nya cukup fantastis. Leo pun menunjukkan bukti bahwa Clara mengambil cek yang nilainya cukup besar dari harta kekayaan Victor. 
  •       Saat investigasi dilakukan kepada Demian, Dr Foster mengajak Demian untuk berbincang sambil menikmati kopi. Di saat Demian menuang kopi, mengenggam cangkir agak ditekan. Menurut Dr Foster hal ini mengindikasikan kegelisahan. Dan saat bincang-bincang berlangsung ketika ditanya soal Clara tangan  Demian mengepal. Yang menurut Dr Foster hal ini di identifikasikan sebagai tanda kemarahan 
  •       Setelah itu terungkap bahwa Demian  mempunyai hubungan khusus dengan Clara. Hubungan seperti sepasang kekasih. Namun Demian mengatakan bahwa Clara meninggalkan nya karena ia tidak memiliki harta kekayaan sebanyak yang dimiliki oleh Ayahnya. 

Investigasi berikutnya dilakukan oleh Dr. Lightman karena masih banyak kejanggalan dalam kasus ini.

Kesimpulan dari investigasi ke dua :
  •       Dr  Lightman melakukan teknik identifikasi, Clara ditempatkan diruangan khusus yang terpantau kamera. Di depan meja ditempatkan komputer. Komputer ini menampilkan foto-foto orang-orang yang dikenal oleh Clara.
-          Saat melihat foto Demian, bibir Clara bergerak kesamping , menurut  Dr Lightman hal ini adalah tanda menghina (contempt).
-          Saat melihat foto Tanya Wilson tangan Clara mengepal. Menurut  Dr Lightman Ini adalah tanda kemarahan (anger).
  •     Leo O’sullivan mengatakan bahwa “Clara menghabiskan sejumlah uang yang banyak, dan menuduh clara ingin menguasai harta Victor”.  Dr Lightman selanjutnya mencari tahu apakah  yang dikatakan oleh Leo itu benar atau tidak. Dr Lightman menemui Tanya Wilson, teman Clara. Tanya Wilson awalnya menghindar dari Dr Lightman.  Dr Lightman mengetahui ada sesuatu yang disembunyikan oleh Tanya. Dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh Dr. Lightman menunjukan bahwa ekspresi  Tanya Wilson tidak menunjukkan ekspresi bantahan, saat ada pertanyaan tentang hubungan nya dengan Victor. Ternyata Tanya, Victor dan Clara memiliki hubungan yang khusus.
  •      Setelah  Dr Lightman mengetahui bahwa Tanya Wilson mempunyai hubungan khusus dengan Clara dan Victor, Dr Lightman menanyakan kepada Clara; “Siapa saja yang memegang kunci rumahnya?” Clara menjawab hanya 3 orang yaitu Dia (Clara), Victor dan Leo.
  •  Dr Lightman menanyakan pula tentang cek yang dikeluarkan Clara dan soal hubungan nya dengan Tanya.  Clara pun menceritakan bahwa ia mengeluarkan uang yang cukup banyak karena Tanya Wilson memeras Clara. Tanya mengancam akan membongkar hubungan dengan Victor dan Clara. (Mereka melakukan hubungan seksual)
              Pada saat di persidangan pengacara Clara dan Dr Lightman melakukan pengamatan terhadap Leo. Pengacara Clara menyecar Leo dengan pertanyaan-pertanyaan. Dan memberikan bukti berupa foto-foto kepada hakim di persidangan. Dan tampak  muka Leo cemas dan ketakutan. Ketika di cecar pertanyaan-pertanyaan kembali Leo menjawab gugup dan terbata-bata yang mengindikasikan kebohongan dan ketakutan.  Pada akhirnya Leo menjawab, bahwa Victor dalam keadaan sakit, ia membantu victor untuk mengakhiri hidupnya. Agar penderitaannya berakhir. Dengan cara menyuntikan obat ke tubuh victor. Leo juga mengatakan bahwa Victor meninggalkan sebuah rekaman untuk Clara. Video tersebut Victor mengatakan bahwa ia beruntung memiliki Clara.
Aspek-aspek psikologi dalam film ini adalah :
1.      Adanya konflik keluarga antara Clara dan Demian, yang pada awalnya disebabkan  konflik percintaan.
2.      Adanya konflik percintaan antara Clara, Tanya Wilson dan Victor.
3.      Adanya pemerasan yang dilakukan Tanya Wilson
4.      Adanya pembunuhan Victor yang dilakukan Leo, untuk menolong Victor. Namun  membunuh Victor dan menuduh Clara sebagai pembunuh adalah hal yang salah.
Alasan kenapa menyukai film ini :
            Film ini mengajarkan saya sebagai mahasiswa untuk lebih memahami, bagaimana observasi dan wawancara berperan penting dalam suatu assesment. Dalam film ini juga mengajarkan, bagaimana cara kita mengetahui  ekspresi wajah  manusia dan arti ekspresi wajah tersebut. Banyak teknik-teknik psikologi yang di gambarkan dalam film ini, salah satunya adalah teknik identifikasi.

Selasa, 27 Maret 2012

TEKNIK PSIKOANALISIS DARI PSIKOTERAPI


 

*      Psikoanalisis adalah sebuah model perkembangan kepribadian, filsafat tentang sifat manusia dan metode psikoterapi

*      Secara historis → aliran pertama dari 3 aliran utama psikologi

*      Sumbangan utama psikoanalisis :
1.      kehidupan mental individu menjadi bisa dipahami, dan pemahaman terhadap sifat manusia bias diterapkan pada perbedaan penderitaan manusia
2.      tingkah laku diketahui sering ditentukan oleh factor tak sadar
3.      perkembangan pada masa dini kanak-kanak memiliki pengaruh yg kuat thd kepribadian dimasa dewasa
4.      teori psikpanalisis menyediakan kerangka kerja yg berharga untuk memahami cara-cara yg di use oleh individu dalam mengatasi kecemasan
5.      terapi psikoanalisis telah memberikan cara2 mencari keterangan dari ketidaksadaran melalui analisis atas mimpi2

*      Konsep2 utama terapi psikoanalisis
1.      struktur kepribadian
·         id
·         ego
·         super ego
2.      pandangan ttg sifat manusia
·         pandangan freud ttg sifat manusia pd dasarnya pesimistik, deterministic, mekanistik dan reduksionistik
3.      kesadaran & ketidaksadaran
·         konsep ketaksadaran
Ø  mimpi2 → merupakan representative simbolik dari kebutuhan2, hasrat2  konflik
Ø  salah ucap / lupa → thd nama yg dikenal
Ø  sugesti pascahipnotik
Ø  bahan2 yg berasal dari teknik2 asosiasi bebas
Ø  bahan2 yg berasal dari teknik proyektif
4.      Kecemasan
·         Adalah suatu keadaan yg memotifasi kita untuk berbuat sesuatu
Fungsi → memperingatkan adanya ancaman bahaya

·         3 macam kecemasan
Ø  Kecemasan realistis
Ø  Kecemasan neurotic
Ø  Kecemasan moral

*      Tujuan terapi Psikoanalisis
·         Membentuk kembali struktur karakter individu dg jalan membuat kesadaran yg tak disadari didalam diri klien
·         Focus pd uapaya mengalami kembali pengalaman masa anak2

*      Fungsi & peran Terapis
·         Terapis / analis membiarkan dirinya anonym serta hny berbagi sedikit perasaan & pengalaman shg klien memproyeksikan dirinya kepada teapis / analis
·         Peran terapis
Ø  Membantu klien dalam mencapai kesadaran diri, kejujuran, keefektifan dalam melakukan hub personal dlm menangani kecemasan secara realistis
Ø  Membangun hub kerja dg klien, dg byk mendengar & menafsirkan
Ø  Terapis memberikan perhatian khusus pada penolakan2 klien
Ø  Mendengarkan kesenjangan2 & pertentangan2 pd cerita klien

*      Pengalaman klien dlm terapi
·         Bersedia melibatkan diri kedalam proses terapi yg intensif & berjangka panjang
·         Mengembangkan hub dg analis / terapis
·         Mengalami krisis treatment
·         Memperoleh pemahamn atas masa lampau klien yg tak disadari
·         Mengembangkan resistensi2 untuk belajar lbh byk ttg diri sendiri
·         Mengembangkan suatu hub transferensi yg tersingkap
·         Memperdalam terapi
·         Menangani resistensi2 & masalah yg terungkap
·         Mengakhiri terapi

*      Hub terapis & klien
·         Hub dikonseptualkan dalam proses tranferensi yg menjadi inti Terapi Psikoanalisis
·         Transferensi mendorong klien untuk mengalamatkan pd terapis “ urusan yg belum selesai” yg terdapat dalam hub klien dimasa lalu dg org yg berpengaruh
·         Sejumlah perasaan klien timbul dari konflik2 seperti percaya lawan tak percaya, cinta lawan benci
·         Transferensi terjadi pada saat klien membangkitkan kembali konflik masa dininya yg menyangkut cinta, seksualitas, kebencian, kecemasan & dendamnya
·         Jika analis mengembangkan pandangan yg tidak selaras yg berasal dari konflik2 sendiri, mk akan terjadi kontra transferensi
Ø  Bentuk kontratransferensi
→ perasaan tdk suka / keterikatan & keterlibatan yg berlebihan
Ø  Kontratransferensi dapat mengganngu kemajuan terapi

*      Teknik dasar Terapi Psikoanalisis
1.      Asosiasi bebas
→ adalah suatu metode pemanggilan kembali pengalaman-pengalaman masa lalu & pelepasan emosi-emosi  yang berkaitan dengan situasi-situasi traumatik di masa lalu
2.      Penafsiran
→ Adalah suatu prosedur dalam menganalisa asosiasi-asosiasi bebas, mimpi-mimpi, resistensi-resistensi dan transferensi
* bentuk nya = tindakan analis yg menyatakan, menerangkan, bahkan mengajari klien makna-makna
3.      Analisis Mimpi
→ Suatu prosedur yg penting untuk menyingkap bahan-bahan yg tidak disadari dan memberikan kpd klien atas beberapa area masalah yg tak terselesaikan
4.      Analisis dan Penafsiran Resistensi
→ Ditujukan untuk membantu klien agar menyadari alas an-alasan yg ada dibalik resistensi shg dia bias menanganinya
5.      Analisis & Penafsiran Transferensi
→ Adalah teknik utama dalam Psikoanalisis krn mendorong klien untuk menghidupkan kembali masa lalu nya dalam terapi


SUMBER :indryawati.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/21332/TERAPI+PSIKOANALISIS.doc

Jumat, 16 Maret 2012

Psikoterapi

Pengertian Psikoterapi

Psikoterapi adalah suatu interaksi sistematis antara klien dan terapis yang menggunakan prinsip-psinsip psikologis untuk membantu menghasilkan perubahan dalam tingkah laku, pikiran dan perasaan klien supaya membantu klien mengatasi tingkah laku abnormal dan memecahkan masalah-masalah dalam hidup atau berkembang sebagai seorang individu.

Psikoterapi adalah pengobatan dengan secara psikologis untuk masalah yang berkaitan dengan pikiran, perasaan dan perilaku. Psikoterapi (Psychotherapy) berasal dari dua kata, yaitu "Psyche" yang artinya jiwa, pikiran atau mental dan "Therapy" yang artinya penyembuhan, pengobatan atau perawatan. Oleh karena itu, psikoterapi disebut juga dengan istilah terapi kejiwaan, terapi mental, atau terapi pikiran. Orang yang melakukan psikoterapi disebut Psikoterapis (Psychotherapist). Seorang psikoterapis bisa dari kalangan dokter, psikolog atau orang dari latar belakang apa saja yang mendalami ilmu psikologi dan mampu melakukan psikoterapi.

Psikoterapi merupakan proses interaksi formal antara dua pihak atau lebih, yaitu antara klien dengan psikoterapis yang bertujuan memperbaiki keadaan yang dikeluhkan klien. Seorang psikoterapis dengan pengetahuan dan ketrampilan psikologisnya akan membantu klien mengatasi keluhan secara profesional dan legal.

Ciri-ciri utama psikoterapi

Ada tiga ciri utama psikoterapi, yaitu:

  1. Dari segi proses : berupa interaksi antara dua pihak, formal, profesional, legal dan menganut kode etik psikoterapi.
  2. Dari segi tujuan : untuk mengubah kondisi psikologis seseorang, mengatasi masalah psikologis atau meningkatkan potensi psikologis yang sudah ada.
  3. Dari segi tindakan: seorang psikoterapis melakukan tindakan terapi berdasarkan ilmu psikologi modern yang sudah teruji efektivitasnya.

Tujuan psikoterapi antara lain:

- Menghapus, mengubah atau mengurangi gejala gangguan psikologis.

- Mengatasi pola perilaku yang terganggu.

- Meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan kepribadian yang positif.

- Memperkuat motivasi klien untuk melakukan hal yang benar.

- Menghilangkan atau mengurangi tekanan emosional.

- Mengembangkan potensi klien.

- Mengubah kebiasaan menjadi lebih baik.

- Memodifikasi struktur kognisi (pola pikiran).

- Memperoleh pengetahuan tentang diri / pemahaman diri.

- Mengembangkan kemampuan berkomunikasi dan interaksi sosial.

- Meningkatkan kemampuan dalam mengambil keputusan.

- Membantu penyembuhan penyakit fisik.

- Meningkatkan kesadaran diri

- Membangun kemandirian dan ketegaran untuk menghadapi masalah.

- Penyesuaian lingkungan sosial demi tercapai perubahan dan masih banyak lagi.

Bentuk-bentuk terapi perilaku (Behaviour Therapy) yang ada dalam psikoterapi antara lain :

1. Sistematis Desensitisasi,

Jenis terapi perilaku yang digunakan dalam bidang psikologi untuk membantu secara efektif mengatasi fobia dan gangguan kecemasan lainnya.

2. Exposure and Response Prevention (ERP),

Exposure and Response Prevention di gunakan untuk berbagai gangguan kecemasan, terutama gangguan Obsessive Compulsive.

3. Modifikasi perilaku,

Modifikasi perilaku menggunakan teknik perubahan perilaku yang empiris untuk memperbaiki perilaku, seperti mengubah perilaku individu dan reaksi terhadap rangsangan melalui penguatan positif dan negatif.

4. Flooding,

Floding adalah teknik psikoterapi yang digunakan untuk mengobati fobia. Ini bekerja dengan mengekspos pasien pada keadaan yang menakutkan mereka. Misalnya ketakutan pada laba laba (arachnophobia ), pasien kemudian dikurung bersama sejumlah laba laba sampai akhirnya sadar bahwa tidak ada yang terjadi.

Teknik Terapi:

  1. Mencari stimulus yang memicu gejala gejala
  2. Menaksir/analisa kaitan kaitan bagaimana gejala gejala menyebabkan perubahan tingkah laku klien dari keadaan normal sebelumnya.
  3. Meminta klien membayangkan sejelas jelasnya dan menjabarkannya tanpa disertai celaan atau judgement oleh terapis.
  4. Bergerak mendekati pada ketakutakan yang paling ditakuti yang dialami klien dan meminta kepadanya untuk membayangkan apa yang paling ingin dihindarinya, dan
  5. Ulangi lagi prosedur di atas sampai kecemasan tidak lagi muncul dalam diri klien.

Sumber :

http://www.psikoterapis.com/?en_apa-itu-psikoterapi-%2C6

http://www.psychologymania.com/2011/10/pengertian-psikoterapi.html

http://loveandcare-lovencare.blogspot.com/2011/05/psikoterapi-terapi-perilaku-behaviour.html